+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

March 22, 2008

Free Theme AuraCMS (GRATISS.....)

Element-kirman
Kemarin saya mengumumkan kepada para pengguna auraCMS bahwa mereka bisa mengunduh theme untuk auraCMS yang saya buat. Mungkin perlu diketahui bahwa auraCMS merupakan CMS buatan anak negeri, jadi dengan sedikit yang saya bisa mencoba untuk mendukung perkembangan CMS tersebut.

Theme ini adalah yang kedua untuk theme auraCMS. Theme ini merupakan jiplakan alias contekan dari template "Element" di www.joomlashack.com (Kebetulan saat ini masih menjadi salah satu membernya, jadi ketika ada info template baru, saya diberitahu lewat email) dengan sedikit modifikasi. Karena di template tersebut berbayar dan hanya bisa dipakai di joomla website, saya pikir saya bisa membajak theme tersebut. Alhasil jadilah theme ini.

Karena theme ini bajakan dari template Element, maka theme ini saya namakan "Element-kirman". Siapa pun boleh memakai dan mendistribusikan theme ini untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial. Dan bagi yang kurang berkenan dengan hasil theme bajakan ini silahkan untuk berkomentar dan memberi saran atas produk bajakan ini.

Sekali lagi, theme ini adalah theme bajakan dari Element template di www.joomlashack.com, anda boleh memakai atau memaki. Silahkan mampir ke home site saya di http://kirman.zzl.org untuk mengunduh. (Kira-kira, saya salah ndak yah membajak template tersebut. hi hi hih hi...)
6 comments

March 08, 2008

Kenapa Pilih OpenSuse

OpenSuse
Pilihan terakhir saya jatuh ke OpenSuse. Sebelumnya saya sempat mencoba Ubuntu. Pengalaman saya memakai Ubuntu pasca instalasi adalah networknya langsung terhubung dengan komputer lain. File music mp3 pun juga bisa langsung di play, sama mudahnya dengan mandriva. Bedanya kalau mandriva yang saya pakai dulu membutuhkan banyak CD, sedangkan untuk Ubuntu hanya butuh satu CD saja. Kelemahan yang saya alami dengan Ubuntu adalah terlalu lambat Operating System-nya di komputer saya yang hanya P4 3,00 GHz RAM 256 MB. Lebih-lebih ketika membuka banyak aplikasi, wah tambah berat deh. Waktu membuka browser internet saja kelihatannya sudah cukup lambat, bagaimana kalau ditambah aplikasi yang lain yah, pikir saya.

Kemudian saya beralih ke distro linux lain, yaitu Redhat Enterprise Linux 4. Kebetulan di kantor saya sudah ada, jadi tinggal pakai saja, he he he... Eh, setelah selesai instalasi networknya tidak bisa langsung terhubung, mesti harus setting sana setting sini, jadi capek deh nyarinya. Jangankan terhubung network-nya, Internet-nya saja juga tidak bisa buat browsing. Berbeda dengan Ubuntu atau OpenSuse, ketika selesai instalasi internet sudah bisa dipakai untuk browsing. Tentu saja saya tidak puas dengan hal itu, sampai akhirnya saya memilih OpenSuse.

Wow, tampilannya ijo. Keren. Seperti kesukaan saya dunks, ijo, he he he.... Langsung saja saya jatuh cintrong sama OpenSuse ketika pertama kali bertemu (he he he, kayak lagu saja). Terus lagi ketika sudah selesai instalasi ternyata sistemnya tidak seberat Ubuntu, saya putuskan saja untuk mencoba OpenSuse ini, dan tanpa pikir panjang saya langsung gabung di komunitas OpenSuse Indonesia, kemudian saya tanya bagaimana seh untuk mempercepat proses sistem operasi OpenSuse saya dengan spek komputer seperti yang telah saya sebutkan diatas. Dan akhirnya dijawab, suruh nambah memori menjadi 1 GB. Aduh, boy harus keluar duit lagi neh buat ningkatin sistem Operasi, pikir saya. Selain itu ada jawaban yang cukup saya terima, yaitu tentang cara Meningkatkan Kecepatan (Tweaking) Distro Linux OpenSUSE dari mas vavai, tepatnya disini neh.

Saya praktekkan tips itu selain dengan menambah memori menjadi 512 MB. Dan hasilnya ternyata cukup memuaskan juga, he he... Sistem operasi saya jadi meningkat kecepatannya, hebat hebat.... Sampai yang terakhir saya install Xampp di OpenSuse 10.3.
2 comments

Membakar Bootable CD Linux

Sudah berapa hari ya saya bermain-main dengan linux? Hmmmm... kalau tidak salah hampir semingguan kali lah ya mungkin. Tidak terasa yah, rupanya sudah hampir seminggu saya bermain-main dengan open source operating system linux, tepatnya seh OpenSuse 10.3.

Sebelum pilihan saya jatuh ke OpenSuse, saya sempat disarankan oleh senior saya untuk memakai Ubuntu Linux, karena dia adalah salah satu pemakainya. Ini berawal ketika saya bertanya dalam forum keluarga besar D3 Teknik Elektro. Saya meminta bantuan ke forum itu untuk mengajari saya belajar Redhat Linux, eh ternyata saya disarankan untuk belajar Ubuntu. Kenapa tidak dicoba saja (pikir saya), kan tidak ada salahnya juga. Kalau tidak suka kan bisa beralih ke yang lain, he he...

Saya coba saja Ubuntu linux itu. Awalnya saya bingung, bagaimana seh ini kok CD yang saya bakar dari hasil download kok tidak bisa autobooting di komputer? Lalu saya tanya senior saya, eh ternyata salah cara membakar saya. Harusnya bukan dibakar sebagai file data, namun dibakar sebagai image. Bagaimana caranya, berikut caranya:

Saya memakai Nero 6.0 bawaan dari CD/DVD writer saya, kira-kira seperti ini.
1. Setelah download file linux dengan ekstensi .iso, masukkan CD blank ke CD ROM writer.

2. Ketika muncul wizard system dari Nero untuk creating new file pilih copy & backup.
3. Pilih burn image to disk, dan cari file linux .iso tadi untuk kemudian dibakar.
4. Pilih speed bakaran, dan tunggu hingga proses burning selesai.

Dengan begitu linux .iso yang sudah kita download maka akan bootable saat kita masukkan ke CD Rom. Akhirnya jadilah saya memakai ubuntu linux. He he he... Selamat boy, selamat yah....
3 comments